Senin, 18 February 2019
  • 082 311 749 711
  • dekapeluwuutara@gmail.com

Pemantauan Harga Pangan Strategis Kabupaten Luwu Utara

Pemantauan Harga Pangan Strategis Kabupaten Luwu Utara Pendata pasar saat mendata harga di pasar Belawa Malangke

Masamba-- Pasokan, harga dan kinerja pelaku distribusi pangan merupakan indikator-indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui pola/jaringan distribusi pangan dari produsen sampai ke konsumen.

Pasokan pangan merupakan indikator penting (harga pangan) untuk menilai kondisi keterjangkauan pangan masyarakat. Terjadinya permasalahan dalam pasokan merupakan faktor utama terjadinya fluktuasi harga pangan yang perlu segera mendapat respon kebijakan dari pemerintah karena dapat menimbulkan gejolak social di  masyarakat dan dapat mengakibatkan terganggunya kondisi sosial politik nasional.

Gejolak harga pangan dapat menunjukkan gejala terganggunya distribusi  pangan yang mungkin disebabkan karena kurangnya pasokan atau meningkatnya permintaan. Ketidakcukupan pasokan pangan di suatu wilayah mungkin disebabkan adanya gangguan-gangguan pada proses distribusi seperti kurang baiknya sarana transportasi atau adanya dampak perubahan iklim seperti banjir, gelombang tinggi, dsb.

Sementara itu, kinerja pelaku disribusi pangan merupakan salah satu indikator  yang bersifat non-fisik yang mempunyai kekuatan untuk mengendalikan pasokan pangan yang pada akirnya bertujuan untuk mengendalikan harga serta keterbatasan informasi pasar.

Menurut Lenny, S.Pi,MM Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan, “pemantauaan harga pangan pokok dilakukan untuk mengetahui ketersediaan pangan pokok, pendintribusian pangan dan untuk memantau kenaikan harga karena kenaikan harga akan berdampak pada inflasi suatu daerah (17/07/18).”

Komoditas yang dipantau mencakup beberapa bahan pangan pokok strategis, yaitu beras, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, ubi jalar, bawang merah, cabe merah, telur ayam, daging ayam dan daging sapi.

Kegiatan mendata harga pangan pokok Kabupaten Luwu Utara tahun 2018 dilaksanakan di 5 pasar yaitu di pasar sentral Masamba, pasar Sabbang, pasar Sukamaju, pasar Bone-bone dan pasar Belawa Malangke yang melibatkan 5 orang pendata pasar sebagai petugas pengumpul dan pelapor data. Mereka memantau perkembangan harga setiap hari senin (pasar Masamba, pasar Sukamaju dan pasar Bone-bone), hari selasa untuk pasar Sabbang dan hari rabu untuk pasar Belawa Malangke. Hasil pemantauan tersebut dikirim ke Dinas Ketahanan Pangan.

Sedangkan untuk panel harga, di lakukan oleh enumerator harga setiap hari Senin dan Kamis yang dicatat dari 3 pedagang di pasar sentral Masamba, yang tokonya terletak di bagian depan, tengah dan belakang pasar. Pemantauan harga tersebut di kirim ke Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sulawesi Selatan melalui SMS.

Untuk minggu ketiga bulan Juli 2018,  harga beras, kacang tanah, jagug, kacang hijau, ubi kayu, ubi jalar, daging ayam dan daging sapi relatif stabil. Sedangkan harga yang naik yaitu bawang merah, cabe merah dan telur ayam. Adapun komuditi kedelai di pasar masamba pada minggu ke tiga stoknya kosong. (SM)